Welcome

Delete this widget from your Dashboard and add your own words. This is just an example!




AL MUHAIMIN

Minggu, 30 Januari 2011

AL MUHAIMIN

Al muhaimin secara umum diartikan dengan Yang Maha Memelihara.
Al muhaimin berasal dari kata haimana – yuhaiminu yang artinya antara lain: memelihara, menjaga, mengawasi, dan menjadi saksi terhadap sesuatu serta memeliharanya.
Kata ini ditemukan 2 kali dalam al Qur’an, sekali menunjuk kepada sifat Allah dalam QS. Al Hasyr (59):23 dan kali ke 2 menunjuk kepada sifat al Qur’an, yaitu pada QS. Al Ma’idah (5):48.

AL MU'MIN

Rabu, 26 Januari 2011

AL MU’MIN

Al mu’min secara umum berarti Yang Maha Terpercaya/Yang Maha Memberi Keamanan.
Al mu’min terambil dari akar kata amina dimana semua kata yang terdiri dari huruf alif,mim,dan nun mengandung arti pembenaran dan ketenangan.
Dalam al Qur’an kata al Mu’min terulang 22 kali dan hanya sekali yang menjadi sifat Allah, yaitu di QS. Al Hasyr (59):23.

ASSALAAMU

Minggu, 23 Januari 2011

ASSALAAM

Assalaam secara umum diterjemahkan dengan Yang Maha Sejahtera/Maha Pemberi Selamat.
Assalaam sebagai sifat Allah disebut 1 kali dalam al Qur’an, yaitu pada QS. Al Hasyr (49):23.
Kata assalaam terambil dari akar kata salima yang maknanya berkisar pada keselamatan dan keterhindaran dari segala yang tercela.
Dalam kitab maqaayisullughah, Ahmad Ibnu Faris menuliskan bahwa Allah sebagai assalaam karena Ia terhindar dari segala aib,kekurangan, dan kepunahan yang dialami oleh makhluq.

AL QUDDUS

Rabu, 19 Januari 2011

AL QUDDUS
YANG MAHA SUCI
                                                    
                                                      AL QUDDUS adalah kata yang mengandung makna kesucian .

Al Maalik

AL MAALIK : Maha Raja/Maha Berkuasa

Kata Al Maalik terdiri dari huruf mim,lam,kaf yang mengandung makna kekuatan dan keshahihan.
Dalam Al Qur’an kata al Malik disebut sebanyak lima kali,2 diantaranya digandeng dengan kata al Haq yang memiliki kandungan arti “pasti dan sempurna”. Antara lain terdapat dalam firman Allah surat Thaha (20):114
114. Maka Maha Tinggi Allah raja yang sebenar-benarnya, dan janganlah kamu tergesa-gesa membaca Al qur'an sebelum disempurnakan mewahyukannya kepadamu[946], dan Katakanlah: "Ya Tuhanku, tambahkanlah kepadaku ilmu pengetahuan."
Ada juga dalam al Qur’an surat al Mu’minun (23):116
116. Maka Maha Tinggi Allah, raja yang sebenarnya; tidak ada Tuhan selain Dia, Tuhan (yang mempunyai) 'Arsy yang mulia.

ARRAHMAN DAN ARRAHIIMU

Senin, 17 Januari 2011

ARRAHMAN - ARRAHIIM : Yang Maha Pengasih-Maha Penyayang.

Dalam Al-Qur’an kata ARRAHMAAN - ARRAHIIM terambil dari kata-kata yang sama. Yaitu RAHMATUN. Akan tetapi ada juga yang berpendapat bahwa kata-kata ARRAHMAAN tidak berakaar dari kata.Hal ini bias dibuktikan dengan adanya orang-orang musyrik makkah yang tidak mengenal ARRAHMAAN. Sebagaimana firman ALLAH dalam Al-Qur’an surat Al-Furqon(25):60
Artinya :” Apabila diperintahkan kepada mereka,sujudlah kepada ARRAHMAAN, mereka bertanya : siapakah ARRAHMAAN itu ? Apakah kami bersujud pada sesuatu yang engkau perintahkan kepada kami ?. Perintah ini menambah mereka engan/menjauhkan diri dari keimanan”.

MA'RIFATULLOH

MA’RIFATULLAH (MENGENAL ALLAH SWT)
OLEH: MOKHAMAD SUBKHAN,SHI


Pada dasarnya kita tidak mengenal Allah kecuali dari apa yang Allah kenalkan tentang diri-Nya kepada kita melalui firman-firman-Nya dan penjelasan para Rasul-Nya. Dalam hal ini Allah sudah memperkenalkan diri-Nya kepada kita melalui apa yang Allah sebut dengan Al Asma’ Al Husna (nama-nama yang terbaik). Informasi tentang al asma’ al husna ini ada dalam al Qur’an antara lain;
1.       Di dalam QS. Al A’raaf (7):180

180. hanya milik Allah asmaa-ul husna, Maka bermohonlah kepada-Nya dengan menyebut asmaa-ul husna itu dan tinggalkanlah orang-orang yang menyimpang dari kebenaran dalam (menyebut) nama-nama-Nya. nanti mereka akan mendapat Balasan terhadap apa yang telah mereka kerjakan.
2. QS. Al Isra’(17):110
 

110. Katakanlah: "Serulah Allah atau serulah Ar-Rahman. dengan nama yang mana saja kamu seru, Dia mempunyai Al asmaaul husna (nama-nama yang terbaik) dan janganlah kamu mengeraskan suaramu dalam shalatmu dan janganlah pula merendahkannya dan carilah jalan tengah di antara kedua itu".

Ma’iyatullah dan Optimisme Kader Dakwah

Minggu, 16 Januari 2011

Masih amat membekas di benak kita kisah tentang keteladanan seorang penggembala kambing di zaman Khalifah Umar ra. Inilah sosok pemuda yang akan terus menjadi ‘icon’ dakwah sepanjang masa. Betapa tidak, di tengah himpitan dan kerasnya pergulatan hidup ini tidak sekeping pun dari keimanannya, keyakinannya digadai, ditukar atau bahkan dijual demi mendapatkan kenikmatan hidup yang sesaat ini.

Yang menarik dari kisah ini adalah kata kunci yang menjadi eye catching dari keseluruhan kisah ini yaitu “fa aina Allah?”. Kalimat sederhana itu mengalir dari lidah tegar penuh optimis seorang mukmin sejati. Kalimat “fa aina Allah”’ itu tidak dialamatkan untuk mencuri perhatian Khalifah Umar RA atau sengaja ditujukan untuk mencari muka –carmuk—seperti yang sering dipertontonkan kebanyakan masyarakat di negeri ini saat kunjungan para pejabat ke mereka. Dia tidak lahir begitu saja, akan tetapi kalimat spektakuler ini dilafalkan dari sanubari hati yang paling dalam karena mahabbah kepada Allah SWT.

 

Lorem

Ipsum

Dolor